index='x'>

Friday, December 14, 2018

RSUD Bangil Gelar Sosialisasi BHD Mengajak Masyarakat Tangani Kegawatdaruratan Henti Jantung

Pandaan (CFD) Car Free Day RSUD Bangil Gelar Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tangani Kegawatdaruratan Henti Jantung


Apa Itu BHD Bantuan hidup dasar : HBD merupakan bagian dari pengelolaan kegawatdaruratan medik. Tujuan dari BHD ini adalah  mencegah berhentinya respirasi atau berhentinya sirkulasi serta memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari pasien yang mengalami henti jantung atau henti nafas melalui resusitasi jantung paru
(RJP).


Momen Pandaan Car Free Day (CFD) dimanfaatkan RSUD Bangil untuk mensosialisasikan Penanganan Kegawatdaruratan Henti Jantung melalui Bantuan hidup dasar (BHD).pada Minggu (09/12/2018) pagi.


RSUD Bangil ajak masyarakat untuk melihat bagaimana cara dan teknik memberikan BHD apabila melihat seseorang yang tiba-tiba pingsan disertai indikasi henti nafas dan henti jantung.
Sosialisasi Bantuan hidup dasar BHD tak hanya dilakukan oleh para dokter saja, melainkan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf juga ikut untuk memberikan contoh bagaimana memberikan BHD yang tepat dan cepat.

BACA JUGA : WISATA KULINER IBC IKAN BAKAR CIANJUR

Sosialisasi BHD ini di gelar agar masyarakat bisa dengan mudah mengerti dan memahami apa itu BHD dan bagaimana melakukannya dengan benar. Kalau menemukan kondisi gawat darurat, masyarakat setidaknya mampu memberikan pertolongan awal sebelum ada pertolongan dari petugas kesehatan.

Pemberian BHD juga bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan gawat darurat dengan mempercepat waktu penanganan dalam memberikan pertolongan pertama sampai tuntas. Baik gawat darurat medis maupun nonmedis.

LIHAT JUGA : CARA SEHAT DAN CANTIK

Cara pemberian BHD :

Pertama, Meminta bantuan petugas kesehatan ambulance dengan menekan atau menelpon call centre emergency. Sebelum menelpon, dipastikan korban benar-benar tidak sadar dengan cara Menepuk pundak, memeriksa nadi yang ada di leher kanan atau kiri korban. Dan apabila korban tetap tidak sadar dan nadi yang di leher tidak teraba dilanjutkan dengan langkah berikutnya.



Kedua, Dilakukan pemijatan jantung dengan cara memposisikan diri di samping pasien. Posisikan telapak tangan kiri di atas telapak tangan kanan, telapak tangan kanan menyentuh bagian tengah dari dinding dada. Posisikan tangan tegak lurus. Tekan dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi bahu dengan panggul sebagai porosnya. Tekanlah dada kira-kira 5 cm (2 inch). Frekuensi 100x/menit. Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (recoil chest sempurna). Apabila disekitar korban tersedia AED (Automatic External Defibrilator), gunakan alat tersebut sesuai dengan petunjuk penggunaannya.

LIHAT JUGA : CARA DAN KATA

Langkah terakhir yakni Penggunaan AED, dengan cara menyalakan power on pada mesin AED, Pasang sticker pad AED pada dada sebelah kanan atas di area bawah tulang bahu dan satu lagi di area bawah ketiak sebelah kiri, Ikuti perintah yang di sampaikan oleh AED. Apabila AED memerintahkan “Shocking Advised”. Berikan aba-aba pada penolong lain yang menyentuh korban untuk menjauh dari korban agar tidak tersengat listrik dari mesin AED. Tekan tombol shock. Lanjutkan sambil menunggu petugas kesehatan dan Ambulance datang untuk membantu.



Ketua Panitia Sosialisasi BHD, Drg Diah Retno Lestari juga berpesan agar masyarakat memanfaatkan call center 119 jika menemui kondisi gawat darurat.
Jika terjadi gawat darurat, segera hubungi nomor  telepon 119 BEST (Bangil Emergency Services Team) yang akan dilaunching dalam beberapa waktu ke depan. Rencananya, nanti ketika sudah berfungsi, Petugas call center akan merespons telepon anda dan segera menghubungi puskesmas terdekat untuk mengirimkan tenaga dan ambulans ke lokasi kejadian.

Semoga Artikel ini Bermanfaat.
dikutip dari berbagai sumber tentang BHD



EmoticonEmoticon